Tak Hiraukan Diteriaki, Ibu-Ibu Asal Magersari Sidoarjo Tewas Tertabrak KA Penataran Jurusan Surabaya - Blitar


Tak Hiraukan Diteriaki, Ibu-Ibu Asal Magersari Sidoarjo Tewas Tertabrak KA Penataran Jurusan Surabaya - Blitar EVAKUASI - Sejumlah petugas mengevakuasi jenazah korban tertabrak KA Penataran 367 jurusan Surabaya - Blitar, Ny Rubiyati (60) warga Gajah Magersari Gang Buntu, Kelurahan Magersari Kecamatan Sidoarjo, Rabu (22/09/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kereta Api (KA) Penataran jurusan Surabaya - Blitar mendadak berhenti di perlintasan KA Kelurahan Magersari, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo. Ini menyusul KA Penataran 367 dengan Masinis Ariel W dan Asisten Masinis Andhi S itu, menabrak Ny Rubiyati (60) warga Gajah Magersari Gang Buntu, Kelurahan Magersari Kecamatan Sidoarjo hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian, Rabu (22/09/2021).

"Korban meninggal dunia di lokasi kejadian, karena sebagian tubuh korban terputus dan berserakan di sepanjang jalur KA," ujar Kapolsek Sidoarjo Kota, Kompol Anggono Jaya kepada republikjatim.com, Rabu (22/09/2021).

Anggono menceritakan sebelum korban tertabrak KA Penataran sebenarnya saksi, Ade Achmad Safeny (30) penjaga Pos Palang Pintu KA 58 Magersari sudah berupaya mengingatkan korban jika ada KA melintas. Namun tidak dihiraukan korban yang sedang duduk-duduk di atas rel KA itu.

"Sebelum kejadian korban sudah diingatkan petugas Pos Palang Pintu, tapi korban tidak menghiraukannya," imbuhnya.

Anggono menguraikan kecelakaan KA itu bermula saat petugas jaga pos, mengetahui ada KA Penataran jurusan Surbaya - Blitar melintasi di rel KA Gajah Magersari. Selanjutnya, petugas menutup palang pintu perlintasan KA karena akan ada KA hendak melintas itu. Saat melihat ke arah selatan saksi (Ade) mengetahui dalam jarak sekitar 100 meter sebelah selatan pos ada korban yang duduk di atas rel KA. Seketika itu saksi meneriaki korban agar pergi dan segera beranjak dari rel KA itu.

"Korban sempat berdiri sebentar, tapi kemudian korban langsung duduk lagi. Saat itu KA juga membunyikan klakson. Tapi tidak dihiraukan korban. Saat KA melaju dalam kecepatan sekitar 80 km/jam, sempat mengurangi kecepatan dan mengerem. Tapi, tidak sampai berhenti karena jarak semakin dekat, akhirnya korban tertabrak KA Penataran di tengah rel dan terseret beberapa meter itu," tegasnya.

Usai kejadian itu, lanjut Anggono masinis KA Penataran melapor ke pos KA dan dilanjutkan dengan melaporkan ke Polsek Sidoarjo Kota untuk penanganan lebih lanjut. Kemudian, saat anggota Unit Reskrim dan piket identifikasi melaksanakan olah tkp ternyata ada suami korban, Suparman (58) datang dan melihat di lokasi kejadian.

"Suami korban memberikan informasi bahwa korban tsb dipastikan adalah istrinya. Saat itu korban bangun tidur berpamitan jalan-jalan tak tahunya di rel KA itu," ungkapnya.

Sementara barang bukti yang diamankan petugas di TKP diantaranya, dokumentasi (foto) bagian tubuh korban bekas tertabrak KA dan bercak darah, pakaian korban, sandal jepit milik korban dan identitas korban.

"Petugas melakukan olah TKP bersama petugas identifikasi dan piket Reskrim Polresta Sidoarjo, memeriksa saksi-saksi meminta visum korban dan membuat Berita Acara Pemerikasaan (BAP) di TKP," tandasnya. Zak/Waw