Pj Kades Bogempinggir : Uang BLT DD Rp 1,8 Juta Gunakan untuk Kebutuhan Pokok


Pj Kades Bogempinggir : Uang BLT DD Rp 1,8 Juta Gunakan untuk Kebutuhan Pokok SALURKAN - Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) periode 2 Tahun 2020 yang disalurkan Pemdes Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Senin (28/12/2020).

Sidoarjo (republikjatìm.com) - Sebanyak 44 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) wajahnya sumringah setelah menerima pencairan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) periode kedua tahap 4 sampai 9 senilai Rp 300.000 per KPM. Pencairan BLT DD ini digelar di Pendopo Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Senin (28/12/2020). Meski sempat tertunda, akhirnya pencairan BLT DD diselesaikan hari ini.

Proses penyaluran BLT DD periode kedua ini diberikan secara tunai (cash) oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Bogempinggir. Pencairannya melalui sejumlah proses pendataan dari bawah. Selain itu, sudah melalui verifikasi dan validasi (Verval) serta disetujui (disahkan) Camat Balongbendo.

Bahkan tahapan verval data penerima bantuan mulai RT dan RW sudah dilalui. Baik melalui Musyawarah Dusun (Musdus) maupun Musyawarah Desa Khusus (Musdesus).

Penyerahan BLT DD ini diserahkan langsung secara simbolis kepada tiga warga oleh Plt Camat Balongbendo, Akhmad Farkhan Jazuli yang diwakili Pj Bogempinggir Suyono, Sekdes Ďiky Mahardika, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa serta Babinsa.

"Berdasarkan datanya, penerima bantuan ini dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ada atau penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), PKH dan penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos RI. Kami tinggal melanjutkan saja," ujar Pj Kades Bogempinggir, Suyono kepada republikjatim.com, Senin (28/12/2020).

Suyono menjelaskan Verval tujuannya agar yang menerima BST, BLT, PKH dan BPNT tidak ganda. Termasuk BLT DD dan BST Kemensos RI sudah direvisi 3 kali berturut-turut. Karena ada usulan revisi dari tingkat RT.

"Kami berpesan kepada penerima bantuan, belikan sesuai kebutuhan dasar. Apalagi penerimaanya Rp 300.000 dirapel 6 kali menjadi Rp 1,8 juta per penerima. Pergunakan uang itu untuk kebutuhan sehari-hari yang ada azas manfaatnya seperti beli sembako. Bukan azas keinginan semata. Apalagi menjelang Tahun Baru 2021," pintahnya.

Sementara Pendamping Desa Kecamatan Balongbendo, Moh Nasrulloh menegaskan semua BLT DD digunakan untuk penanganan warga terdampak Covid-19. Diantaranya bagi masyarakat miskin yang kehilangan mata pencaharian, memiliki anggota keluarga rentan sakit kronis (menahun) dan dalam satu KK belum menerima bantuan lainnya dari pemerintah.

"Untuk tahap periode lanjutan dari Rp 600.000 per penerima menjadi Rp 300.000 sesuai dengan regulasi Kemendesa," katanya.

Salah satu penerima bantuan, Mbah Saini yang tak lain janda 2 anak asal Dusun Serbo, Desa Bogempinggir mengaku pemberian BLT DD untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Yakni untuk membeli sembako.

"Alhamdulillah, kami mendapatkan BLT DD ini bisa untuk kebutuhan sehari-hari untuk kebutuhan pokok," pungkasnya. Zak/Waw