Peringatan Harlah NU di Balongbendo Diisi Sholawat Nabi, Tahlil dan Penggalangan Koin


Peringatan Harlah NU di Balongbendo Diisi Sholawat Nabi, Tahlil dan Penggalangan Koin GALANG KOIN - Pengurus Ranting NU Desa Penambang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo galang koin Muktamar NU bersamaan Sholawat Nabi dan Tahlil di Masjid Baiturridwan, Sabtu (15/02/2020) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebagai wujud rasa syukur atas Hari Lahir (Harlah) Nahdlotul Ulama (NU) Ke 94 (1926 - 2020), Pengurus Ranting NU Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo menggelar tahlil, Sholawat Nabi Muhammad SAW dan penggalangan koin. Kegiatan ini, diikuti IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat, LazizNU dan Ansor di Masjid Baiturridwan desa setempat, Sabtu (15/02/2020) malam.

Penjabat (Pj) Kades Penambangan, Junet mengatakan Harlah NU ke 94 bertujuan untuk memperkokoh ukhuwah dan menegakkan amaliyah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) di lingkungan sekitar. Pihaknya meminta melalui momentum ini terjalin ukhuwah bersama agar tercipta situasi aman dan kondusif.

"Karena ini bersamaan momentum Pilkades Serentak, jangan sampai terpecah belah dan porak poranda hanya karena beda pilihan Cakades," pintahnya.

Salah satu panitia acara, Djadman mengungkapkan dalam kegiatan tahlil dan Sholawat Nabi Muhammad SAW ini juga diselingi penggalangan koin. Hasilnya terkumpul uang Koin untuk Muktamar NU dengan jumlah Rp 1.037.000.600.

"Mudah-mudahan jumlah uang ini bisa meningkatkan demi suksesnya Muktamar tahun ini dengan program Koin Muktamar yang diinisiasi Laziznu Sidoarjo," katanya.

Sementara Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Balongbendo, Abdurrohman menegaskan kegiatan ini bersamaan Harlah NU ke 94. Baginya yang terpenting dalam peringatan ini agar semua tahu tentang sejarah NU. Bahkan wawasan maksud dan tujuan NU dilahirkan agar tidak terlupakan. Apalagi, sejarah lahirnya NU dibentuk para kiai termasuk KH Hasyim Asyari sebagai pendiri utama melalui perjuangan dan pengorbanan baik lahir maupun batin.

"Karena itu, sejarah NU ini harus diceritakan ke anak cucu agar bisa dikenang dan mensuritauladani para pendiri NU. Selain itu, Jamaah Nahdliyin harus mengetahui NU ikut peran aktif memperjuangankan kemerdekaan 45 dan mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Karena NU berlandas Pancasila dan kedaulatan NKRI harga mati," tandasnya. Zak/Waw