Pengguna Jalan di Sidoarjo Tak Bermasker, Didenda Maksimal Rp 500.000


Pengguna Jalan di Sidoarjo Tak Bermasker, Didenda Maksimal Rp 500.000 RAZIA - Petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub Sidoarjo merazia penggunaan masker sebagai implementasi Inpres nomor 6 tahun 2020 dengan sidang di tempat dan didenda Rp 500.000, Senin (14/09/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Untuk memberi efek jera kepada masyarakat, karena kurang mematuhi protokol kesehatan, petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub Pemkab Sidoarjo merazia penggunaan masker sebagai implementasi Inpres Nomor 6 tahun 2020, Senin (14/09/2020). Tidak tanggung-tanggung, para pelanggar tak bermasker langsung disidang di tempat dan didenda Rp 250.000 hingga Rp 500.000.

Kegiatan itu dipimpin Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji dan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Mohammad Iswan Nusi. Selain itu, dihadiri jajaran Forkopimda Sidoarjo.

Ketika razia dimulai pukul 08.00 WIB, baru berlangsung beberapa menit, sudah ada belasan orang yang terjaring karena tidak memakai masker. Mereka ada yang naik motor, angkutan umum hingga mobil pribadi. Mereka rata-rata didenda Rp150.000 subsider kurungan tiga hari.

Para pelanggar yang menjalani sidang di tempat itu, harus membayar uang denda hari itu. Jika tidak bisa membayar maka harus menjalani kurungan tiga hari. Penerapan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan ini, sesuai Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020.

Perda ini perubahan Perda Provinsi Jatim Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. Dalam pasal 27 C Perda itu, pelanggar perorangan dikenai denda maksimal Rp 500.000. Sementara untuk perusahaan maksimal Rp 100 juta. Peraturan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan ini juga diatur dalam Perbup Sidoarjo Nomor 58 Tahun 2020.

"Karena ini masih hari pertama, denda yang dikenakan Rp 150.000. Tapi, kalau melanggar lagi akan dilipatkan dendanya," kata Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sidoarjo, Achmad Zaini, Senin (14/09/2020).

Untuk meningkatkan kesadaran akan disiplin pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19, di Sidoarjo petugas akan terus menggiatkan Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Inpres Nomor 6 tahun 2020.

"Baik pagi sampai dengan malam, dengan lokasi operasi macam-macam sasaran dan lokasi targetnya juga macam-macam," tegasnya.

Sementara Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menegaskan Operasi Yustisi dengan sasaran orang tak bermasker akan rutin dilakukan setiap hari. Penindakan tegas ini dilakukan agar masyarakat jera tak melanggar protokol kesehatan.

"Ini upaya tegas untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Makanya jangan lupa patuhi protokol kesehatan. Jangan lupa mengenakan masker saat keluar rumah kalau tidak ingin dikenakan sanksi sosial hingga sanksi denda maksimal Rp 500.000," tandasnya. Hel/Waw