Pemkab Sidoarjo Jalin Kerjasama dengan Perusahaan Farmasi Tangani Gizi Buruk dan Stunting


Pemkab Sidoarjo Jalin Kerjasama dengan Perusahaan Farmasi Tangani Gizi Buruk dan Stunting MoU - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menandatangani kerjasama dalam peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 antara Pemkab Sidoarjo dan perusahaan farmasi PT Phapros Tbk dalam menangani kasus gizi buruk pencegahan kasus stunting, Kamis (21/10/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebagai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 Pemkab Sidoarjo menjalin kerjasama dengan perusahaan farmasi PT Phapros Tbk dalam menangani kasus gizi buruk pencegahan kasus Stunting di Sidoarjo. Kegiatan yang bertajuk Santri Sidoarjo Pelopor Pencegahan Stunting untuk Generasi Penerus Bangsa yang Lebih Cerdas itu dihadiri langsung Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) di Pondok Pesantren Fauzul Falah Dusun Minggir, Desa Larangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Kamis (21/10/2021).

Acara itu dihadiri Komisaris PT Phapros, Zainal Abidin, Sri Andari Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo, Chudlori Kabag Kesra Pemkab Sidoarjo serta para Pengurus dan para Santri Ponpes Fauzul Falah.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mengingatkan pentingnya penanganan gizi buruk yang melibatkan para pakar, karena dari kasus gizi buruk dikhawatirkan menjadi potensi stunting dan ketika lahir berpotensi bayi mengidap disabilitas. Untuk itu, Gus Muhdlor sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat mengurangi bahkan menuntaskan potensi gizi buruk di Sidoarjo.

"Oleh karena itu, pertama-tama saya mengucapkan kepada PT Phapros yang sudah memberikan perhatian lebih kepada kami (para santri) terutama pada pengentasan stunting," ujar Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali.

Kegiatan pencegahan gizi buruk ini sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2021. Yakni Santri Siaga, Jiwa dan Raga yang memiliki makna santri di seluruh Indonesia selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raganya untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia dan mewujudkan perdamaian dunia. Selain itu, berarti komitmen seumur hidup para santri yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman dan tempaan santri selama di pesantren.

"Tujuannya agar santri selalu siaga jiwa dan raga, harus disertai dengan keadaan gizi baik di tubuh yang lahir dari pengetahuan terhadap gizi buruk dan cara mencegahnya. Untuk mewujudkan santri siaga jiwa dan raga, tentunya banyak hal yang perlu ditanamkan sejak dini. Salah satu pentingnya menjaga kesehatan jasmani agar tercipta generasi penerus bangsa yang cerdas dan kuat. Kecerdasan generasi penerus bangsa ada di tangan kita. Karena itu kita harus pastikan para santri harus terbebas dari masalah gizi buruk (stunting) di masa mendatang," imbuhnya.

Bupati Sidoarjo menjelaskan salah satu pemicu stunting adalah anemia atau kekurangan darah yang seringnya diderita remaja, terutama remaja perempuan. Jika pada usia remaja memiliki masalah kesehatan, maka akan berdampak pada kerentanan penyakit yang dibawa pada saat dewasa. Data hasil riset kesehatan dasar, menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27 persen.

"Meskipun mengalami penurunan 3 persen dibanding tahun sebelumnya, angka itu masih belum mencapai standar WHO untuk stunting di bawah 20 persen. Oleh karena itu, adanya edukasi untuk mencegah gizi buruk atau stunting serta anemia yang dilakukan kepada santri, bisa bermanfaat bagi kesehatan masyarakat Sidoarjo dan bagi masyarakat Indonesia. Ini agar dimasa depan tercipta generasi penerus bangsa yang lebih cerdas dan kuat," tegasnya.

Sementara Direktur Pemasaran PT Phapros Tbk, Dr Arleni menegaskan dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2021 Santri Siaga, Jiwa dan Raga. Tema ini merupakan pernyataan sikap santri di seluruh Indonesia selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raganya untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia dan mewujudkan perdamaian dunia.

"Siaga jiwa santri ini juga merupakan komitmen sumur hidup para santri yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman dan tempaan santri selama di pesantren," jelasnya.

Untuk mewujudkan santri siaga jiwa dan raga, tentunya banyak hal yang perlu ditanamkan sejak dini. Salah satu pentingnya menjaga kesehatan jasmani agar tercipta generasi penerus bangsa yang cerdas dan kuat, kecerdasan generasi penerus bangsa ada ditangan penerus. Karena itu, semua harus memastikan para santri harus mendapatkan gizi yang baik agar terbebas dari masalah gizi buruk atau stunting di masa mendatang.

"Salah satu pemicu stunting adalah anemia (kekurangan darah) yang sering diderita oleh remaja, terutama remaja perempuan. Kalau pada usia remaja memiliki masalah kesehatan maka akan berdampak pada kerentanan penyakit yang dibawa saat dewasa nanti," ungkapnya.

Arleni juga menilai PT Phapros sangat konsen pada hal itu. Kegiatan yang dilakukan tidak hanya berhenti di sini saja. Karena itu, menjadi awal dari rangkaian tanggung jawab sosial perusahaan soal stunting yang berkolaborasi bersama pemerintah daerah.

"Berdasarkan data badan kesehatan dunia, ada 162 juta balita stunting dan 58 persen dari jumlah itu berada di asia. Penyebabnya kurangnya asupan gizi saat hamil hingga bayi itu berusia 2 tahun serta bisa berakibat pada pertumbuhan tinggi badan anak yang dibawah rata-rata anak normal," paparnya.

Selain itu, hasil riset kesehatan dasar menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27 persen meski mengalami penurunan 3 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka itu, masih belum mencapai standar WHO untuk stunting di bawah 20 persen.

"Kami berharap, semoga adanya edukasi manfaat suplemen penambah darah untuk mencegah gizi buruk atau stunting serta anemia. Hal itu dilakukan hari ini bisa bermanfaat bagi semua," urainya.

Sementara pada akhir kegiatan dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama Pemkab Sidoarjo dengan PT Phapros tbk dalam Pencegahan Stunting di Sidoarjo dilanjutkan kegiatan seremonial minum vitamin bersama sebagai upaya mewujudkan hidup sehat bebas stunting di lingkungan Pondok Pesantren. Hel/Waw