Pabrik Tahu di Balongbendo Ludes Terbakar


Pabrik Tahu di Balongbendo Ludes Terbakar PADAMKAN - Petugas Polsek Balongbendo dan BPBD menerjunkan 2 unit Mobil Pemadam Kebakaran (PMK) memadamkan api di pabrik tahu UD Sumber Rejeki milik Bambang Raharjo di Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Minggu (12/01/2020) sore.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebuah bangunan pabrik tahu UD Sumber Rejeki milik Bambang Raharjo (50) di JL Mayjend Bambang Yuwono, Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo ludes terbakar, Minggu (12/01/2020) sore. Namun hingga kini, kebakaran hebat di depan SMPN 1 Balongbendo ini belum diketahui penyebabnya.

Untuk memadamkan api di dalam pabrik tahu itu, petugas sempat kewalahan. Hal ini lantaran di dalam pabrik banyak tumpukan sampah. Bahkan proses evakuasi dan pemadaman membutuhkan waktu 2 jam setelah 2 unit mobil PMK Krian datang ke TKP memadamkan api yang membara itu.

Salah satu saksi yang juga karyawan pabrik tahu, Zainal Arifin mengaku kebakaran di pabriknya itu terjadi saat jam istirahat. Dirinya mengaku tak mengetahui penyebab kebakaran itu.

"Sore itu proses pembuatan tahu sudah rampung. Mesin ketel uang juga sudah dimatikan begitu juga panel listriknya. Setelah itu saya masuk di mess pabrik menemui istri mendadak terjadi kebakaran itu," katanya.

Zainal yang ditemui di Polsek Balongbendo ini mengungkapkan dia tahu ada kebakaran itu dari anaknya seusai menjalankan salat Ashar di masjid. Begitu sampai di pintu masuk pabrik tahu, saksi melihat kepulan asap kecil. Kemudian segera memberitahu ke ayahnya yang lagi istirahat minum kopi sambil melihat televisi itu.

"Kami menduga ada teman-teman yang membakar sampah di belakang pabrik. Kemudian percikan api memicu dan merembet ke lokasi lainnya," ungkapnya.

Ketika penasaran, akhirnya saksi mencari sumber datangnya kepulan asap itu. Begitu melihat di dalam ternyata api sudah menjalar dan membesar dengan cepat panel utama dimatikan agar tidak menimbulkan percikan listrik dalam kebakaran itu.

"Kemungkinan dugaan sementara kobaran api penyebabnya datang dari tumpukan kayu yang dekat tungku mesin ketel uap itu. Bisa juga steam pembagian uap meleleh karena ditumpuki kayu akhirnya timbul percikan api hingga merembet kemana-mana," tegasnya.

Sementara salah satu anggota Polsek Balongbendo, Aiptu M Sahar menegaskan mestinya kayu yang dibuat pembakaran ada sekat (pembatas). Selain itu, atapnya diberi blower agar pekerja bisa nyaman dan tidak menimbulkan kebakaran seperti ini.

"Dalam peristiwa kebakaran ini tidak ada korban jiwa. Tapi kerugiannya mencapai puluhan juta," tandasnya. Zak/Waw