Nongkrong Usai Beli Pentol di Arteri Porong, Remaja Babak Belur Dikeroyok 10 Pria Tak Dikenal


Nongkrong Usai Beli Pentol di Arteri Porong, Remaja Babak Belur Dikeroyok 10 Pria Tak Dikenal BABAK BELUR - Korban pengeroyokan MAF warga Porong saat menjalani perawatan tim medis di Puskesmas Porong, Sabtu (01/08/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Korban pengeroyokan (MAF) warga Porong babak belur usai dihajar sekitar 10 pria tak dikenal di Jalur Arteri Desa Wunut, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jumat (31/07/2020) dini hari. Remaja 17 tahun korban pengeroyokan ini mengalami sejumlah luka akibat dikeroyok para pemuda seusai membeli jajanan pentol itu.

"Saya tidak tahu orang mana dan siapa saja yang mengeroyok saya. Jumlahnya sekitar 10 orang," ujar MAF saat menjalani perawatan, Sabtu (01/08/2020).

MAF menceritakan awalnya dirinya bersama tujuh temannya sedang membeli pentol di sekitar lokasi kejadian. Setelah membeli pentol mereka nongkrong sambil ngobrol-ngobrol. Mendadak datang sekitar 10 orang dengan membawa motor menghampirinya. Salah satu diantara mereka mengatakan jika korban menganiaya salah satu adik pelaku pengeroyokan asal Desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin.

"Saya tidak mengenali para pelaku yang sempat memukuli saya hingga luka-luka ini. Saat dipukul saya tak bisa berbuat banyak kecuali menahan karena mereka membabi buta memukul wajah dan tubuh saya," ungkapnya.

Sedangkan teman korban yang saat itu di lokasi juga tak berani menolong. Setelah puas menghajar korban, kemudian para pelaku pergi dengan santainya. Warga sekitar yang mengetahui hal itu juga tidak berani menolong korban. Sementara korban kesakitan dijemput teman lainnya untuk dibawa ke Puskesmas Porong agar mendapatkan perawatan tim medis.

"Maaf saya tidak hafal wajahnya. Tapi ingat sedikit-sedikit. Karena tidak sempat melihat detail wajah dan motor para pelaku. Umur para pelaku tidak jauh beda dengan usia saya," tegasnya.

Sementara secara terpisah, Kapolsek Porong Kompol Sarwo Waskito membenarkan kejadian pengeroyokan itu. Menurutnya, korban sudah melaporkan peristiwa pengeroyokan itu ke Polsek Porong. Setelah mendapat laporan itu, pihaknya meminta visum atas sejumlah luka yang dialami korban.

"Kalau visum sudah keluar, kami bakal memeriksa sejumlah saksi. Informasinya korban tidak mengenali para pelaku. Setelah diperiksa baru ditindaklanjuti perkara ini," tandasnya. Yan/Hel/Waw