Libur Tahun Baru 2020, Telaga Ngebel Masih Jadi Maskot Wisata Ponorogo


Libur Tahun Baru 2020, Telaga Ngebel Masih Jadi Maskot Wisata Ponorogo LIBUR TAHUN BARU - Suasana pengunjung Telaga Ngebel, Ponorogo saat libur Tahun Baru 2020 yang ramai dihibur Orkes Melayu dengan bintang tamu NurBayan, Rabu (01/01/2020).

Ponorogo (republikjatim.com) - Keindahan wisata Telaga Ngebel yang berada di kaki lereng Gunung Wilis sampai saat ini masih menjadi maskot wisata di Ponorogo. Ini terbukti setiap momen liburan Telaga Ngebel masih menjadi tepat berkunjung dan rekreasi keluarga di seputaran eks karesidenan Madiun. Termasuk saat liburan Tahun Baru 2020 kali ini.

Hampir setiap hari libur pengunjung wisata alam Telaga Ngebel rata-rata mencapai di atas 5.000 wisatawan. Wana wisata alam yang sangat indah, bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas sehari-hari. Wisata Telaga Ngebel ini memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sangat disayangkan jika berada di Kota Reog tidak mengunjungi wisata Telaga Ngebel yang memiliki keindahan tiada duanya itu.

Keindahan wisata Telaga Ngebel, selain karena alam saat ini mulai berbenah dengan berbagai wahana wisata. Penduduk lokal daerah wisata Telaga Ngebel sangat ramah terhadap wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Telaga Ngebel memiliki luas sekitar 5 kilometer serta memiliki suhu sekitar 20-26 derajat celcius dan berada di ketinggian 734 dari permukaan air laut.

Fasilitas Telaga Ngebel tergolong mudah didapat dan terjangkau. Diantaranya area parkir kendaraan, tempat istirahat (hotel dan penginapan murah dan nyaman), kamar mandi/WC dan Wahana Taman Bermain. Bahkan di sekitar telaga ada beberapa lokasi wiasata lain seperti pemandian air panas, sumber air tiga rasa, taman bunga Mloko Sewu, NAP (Ngebe Adventure Park) dan air terjun. Bahkan Ngebel dikebal sebagai salah satu sentra buah durian.

Di telaga ada belasan speedboad untuk keliling telaga. Lebih mudah bagi pengunjung bisa mengelilingi telaga seluas 5 kilometer ini dibandingkan menggunakan mobil maupun roda dua.

Sayangnya, pengunjung Telaga Ngebel tahun baru kali ini mengalami penurunan dibanding Tahun Baru 2019 lalu. Itu terlihat pengguna kendaraan masih bisa melintas di sekeliling telaga saat pukul 12.00 WIB. Tahun lalu untuk kendaraan pada jam yang sama sudah macet total dan tak bisa mengelilingi telaga.

"Jumlah pengunjung siang ini sekitar 5.000 sampai 6.000 wisatawab. Jadi ada penurunan. Karena derah wisata lain banyak event. Juga karena muncul tempat wisata baru di daerah lain. Tetapi Ngebel masih jadi ikon dan maskot wisata Ponorogo," terang Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Atraksi Wisata, Dinas Pariwisata Pemkab Ponorogo, Edi Darwanto kepada republikjatim.com, Rabu (01/01/2020).

Edi mengaku meski demikian Pendapatan Asli Daerah (PAD) wisata Telaga Ngebel masih mampu memenuhi target. Apalagi, selama ini PAD Ngebel biasanya mengalami kenaikan dalam setahun dari ditargetnya. Target terakhir Rp 1,748 miliar. Sampai tanggal 27 Desember 2019 mampu setor Rp 2 miliar. Jadi naik 119,27 persen.

"Tahun 2020 ditarget Rp 2,4 miliar. Semoga bisa memenuhi target sambil selalu berbenah dan saling mendukung. Misalnya perbaikan infrastruktur jalan menuju Ngebel oleh Dinas PU dan lainnya," pintahnya.

Sementara itu, kata Edi soal terobosan ke depan, termasuk soal kuliner dan agro wisata. Diantaranya kopi Hargo Kiloso berusia ratusan tahun. Kopi ini sudah terkenal di Swedia. Selain itu, Bappeda berencana membangun 3 pasar. Diantaranya, Pasar Souvenir, Pasar Buah dan Sayur serta Pasar Home Industri.

"Termasuk keliling telaga akan dipagar seperti pagar di jalan tol. Satu meter dari pagar dikeramik sebagai trotoar dan tempat wisatawan disabilitas. Bahkan bakal ada penambahan dermaga," tandasnya. Mal/Waw