Komunitas Sepeda Tua Indonesia Ramaikan Gerak Jalan Mojosuro


Komunitas Sepeda Tua Indonesia Ramaikan Gerak Jalan Mojosuro POSKO - Anggota Jabaran Onthelis Seneng Seduluran (JOSS) bersama Onthelis Onthelista Nusantara saat berhenti di posko timur Balai Desa Jabaran, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Sabtu (16/11/2019) sore.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ribuan sepeda onthel balap dan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Nusantara Jatim, Jateng dan Jabar turut berpartisipasi memeriahkan dan menyemarakkan Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo (Mojosuro). Gerak jalan itu dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2019, Sabtu (16/11/2019).

Para onthis dan onthelista itu mengambil start di lapangan Surodinawan, Mojokerto dan finish Tugu Pahlawan Surabaya, Sabtu (16/11/2019). Di garis start itu, komunitas sepeda onthel tumplek blek di lapangan Surodinawan. Baik tua, muda dan anak-anak dengan berbagai macam pakaian busana yang dikenakan. Ada pakaian pejuang, petani, santri, India, dan menyerupakai pakaian para sunan pembuka ajaran Islam di Jawa.

Selain itu, berbagai jenis dan model sepeda tua klasik (kuno) dari masa penjajahan Belanda sampai sepeda tua klasik yang sudah dimodifikasi lengkap di titik start itu. Bentuk modifikasinya unik dan menarik. Diantaranya di kanan kirinya diberi sound system, ada juga diberi sirine ambulance, dan ada pula sepeda dengan tinggi 3 meter. Bahkan ada yang digabung dengan mesin sepeda motor dan sampingnya ada tempat duduknya.

"Sepeda kuno dan klasik ini menjaga eksistensinya sebagai bentuk rasa patriotisme dan merajut sesama komunitas sepeda onthel. Sekaligus mengenang jasa para pejuang yang merebut kemerdekaan waktu itu," kata sesepuh komunitas sepeda tua yang turut meramaikan gerak jalan itu.

Menurutnya, para pahlawan dengan susah payah dan pengorbanan merebut kemerdekan. Karenanya sepeda kuno tahu betul bagaimana mengayuh sepeda dari Mojokerto menuju Surabaya. Karena itu, di kilometer 22 didirikan bace camp Jabaran Onthelis Seneng Seduluran (JOSS). Bersama Onthelis Onthelista Nusantara di sebelah timur Balai Desa Jabaran, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo mereka melepaskan lelahnya.

"Kami berhenti sejenak sambil menunggu teman dan mengecek kondisi sepedanya. Apalagi, para peserta sepeda onthel diberi suguhan gratis minuman dan makanan polo pendhem. Keakraban dan keharmonisan terasa. Mereka bisa bertemu dengan komunitas sepeda onthel antar kabupaten dan antar propinsi," tegasnya.

Sementara salah seorang Anggota Panitia Bace Camp JOSS, Hendy Subakti menegaskan anggota JOSS ada yang menjadi teman goweser seluruh nusantara. Baginya pendirian posko itu, karena ingin tahu lebih dekat antar komumitas sekaligus mampir ke Basecame Paguyupan JOSS.

"Untuk makanan dan minuman gratis yang disajikan murni swadaya anggota Komunitas Jabaran Seneng Seduluran. Ini menandakan sepeda kebo zaman perang (zaman perjuangan) dulu suguhan makanannya polo pendem jadi tidak ada makanan lain," tandasnya. Zak/Waw