Kerap Jadi Pembuangan Sampah, Warga Pasang Banner Peringatan dan Tabur Benih Ikan di Sungai Jetis


Kerap Jadi Pembuangan Sampah, Warga Pasang Banner Peringatan dan Tabur Benih Ikan di Sungai Jetis BANNER LARANGAN - Warga dan aparat memasang banner larangan pembuangan sampah ke sungai dan melepas benih ikan lele ke Sungai Jetis, Ponorogo, Kamis (02/04/2020).

Ponorogo (republikjatim.com) - Sejumlah warga Kecamatan Jetis yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Kecamatan Jetis bersama anggota Polsek dan Koramil Jetis memasang banner peringatan larangan membuang sampah. Selain banner peringatan itu, warga juga melarang sungai diracun dan disetrum saat mencari ikan di sepanjang aliran sungai di pinggir JL Raya Ponorogo - Trenggalek itu, Kamis (02/04/2020).

"Pemasangan banner larangan membuang sampah, meracun dan menyetrum ikan di sepanjang Dam Pasar Jetis sampai Dam Winong itu agar tidak lagi dijadika lahan pembuangan sampah," ucap Kapolsek Jetis, AKP Suwito kepada republikjatim.com, Kamis (02/04/2020).

Suwito memaparkan selain memasang pamflet larangan, warga dan petugas juga melepas benih ikan lele di sepanjang aliran sungai yang sudah dibersihkan itu.

"Semua ini agar kondisi sungai tetap bersih dan terjaga," tegasnya.

Sementara salah satu perwakilan Forum Masyarakat Peduli Lingkungan, Welas menegaskan kegiatan ini bermula dari niat warga dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Jetis yang merasa geram dan prihatin adanya tumpukan sampah di dekat perempatan serta Pasar Jetis.

"Kami prihatin dengan perilaku warga yang masih membuang sampah sembarangan di sungai. Dengan pemasangan banner peringatan itu, kami berharap tumbuh kesadaran semua warga untuk berperilaku hidup sehat dan membuang sampah di tempatnya," pintahnya.

Selain itu, kata Welas selain peringatan larangan membuang sampah, juga ada larangan lainnya. Yakni untuk menjaga kelestarian habitat sungai juga dipasang larangan meracun dan menyetrum ikan di sungai itu.

"Karena kami juga melepas benih ikan lele. Kalau masih ada yang membandel warga berhak melaporkan ke polisi," pungkasnya. Mal/Waw