Gus Muhdlor Bakal Fasilitasi UMKM Rintisan Warga Sidoarjo


Gus Muhdlor Bakal Fasilitasi UMKM Rintisan Warga Sidoarjo KERAJINAN - Bacabup, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) berdialog dengan Herlina warga Desa/Kecamatan Krembung, Sidoarjo pemilik kerajinan benang rajut sebagai usaha rintisan yang berjalan setahun terakhir di sela-sela acara ngonthel, Minggu (28/06/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) bakal memfasilitasi sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) rintisan di Sidoarjo. Salah satu fasilitas itu, yakni dengan cara memberikan stimulus bantuan yang berbeda antara UMKM baru (dirintis) dengan UMKM yang sudah berusia 10 tahun lebih.

Rencana program itu disampaikan Gus Mudhlor saat bersepeda (ngonthel) pagi, sekaligus menyempatkan diri mengunjungi sejumlah UMKM di Sidoarjo.

Dalam kegiatan bersepeda ini, CEO Sido Resik ini menyempatkan diri mampir di tempat produksi Kue Lumpur di Klenteng Sidoarjo. Produk olahan itu menjadi produk asli kebanggan Kota Delta karena terkenal hingga ke luar kota.

Selain itu, juga menyempatkan mampir ke UMKM kerajinan benang rajut milik Ny Herlina warga Desa/Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Kerajinan merajut benang itu merupakan usaha rintisan yang baru setahun dijalankan kalangan ibu-ibu rumah tangga di Krembung.

"Kami baru setahun ini coba membuat produk kerajinan produk benang raju ini menjadi pernak pernik rumah tangga hingga tas sebagai oleh-oleh," terang Herlina kepada republikjatim.com, Minggu (28/06/2020).

Herlina menjelaskan karena usahanya masih tergolong baru, maka omzetnya pun masih tergolong kecil. Selain itu, kapasitas produksinta masih sangat terbatas jumlahnya.

"Kami belum bisa memenuhi permintaan dalam jumlah banyak. Karena tenaga kami terbatas dan proses produksinya makan waktu. Karena tidak menggunakan mesin produksi. Kami sengaja dan mencoba cara manual agar punya ciri khas. Kalau ada pesanan tas selempang misalnya bisa sampai 3 minggu baru selesai," ungkapnya.

Mengetahui UMKM rintisan ini, Gus Muhdlor mengapresiasi usaha milik Herlina yang dibantu sejumlah ibu rumah tangga yang masih sekampung itu. Menurut putra KH Agoes Ali Masyhuri ini produk kerajinan tangan ini meski sangat terbatas, akan tetapi bernilai tinggi.

"Ada kebanggaan bagi pembeli, karena kemungkinan barang kerajinan tangan itu tidak ditemukan di tempat atau toko lainnya," tegasnya.

Karena itu, lanjut Alumnus Unair Surabaya ini, jika dirinya menjabat sebagai Bupati Sidoarjo bakal menyiapkan strategi khusus untuk membantu pengusaha-pengusaha rintisan. Termasuk kerajinan tangan itu. Misalnya pemerintah akan membedakan stimulus bantuan bagi orang yang mau mendirikan usaha, usaha rintisan dan usaha yang sudah berjalan lama (tahunan).

"Untuk bantuan stimulus dan pembinaan misalnya harus berbeda-beda, bukan disamaratakan," pintahnya.

Bagi Direktur Pendidikan Pondok Bumi Sholawat ini, kerajinan tangan bisa menjadi karya budaya asli warga Sidoarjo yang bisa dipatenkan kalau belum ada di daerah lainnya. Pihaknya meminta usaha milik Herlina itu, harus dipertahankan. Bahkan produk-produknya tetap harus mengandalkan keahlian tangan murni.

"Kami mendorong ibu-ibu lainnya agar tetap produktif meski di rumah. Ibu-ibu harus kreatif da inovatif berusaha dengan target misalnya minimal tetangga atau orang Sidoarjo sendiri jadi konsumennya. Pemerintah dan pengusaha juga bakal gencar mempromosikan secara online maupun offline produk-produk UMKM Sidoarjo itu," tandasnya. Zak/Hel/Waw