Gus Halim : Gus Muhdlor Harus Menang dan Jadi Bupati Sidoarjo Agar Bangunan PKB 20 Tahun Tidak Runtuh


Gus Halim : Gus Muhdlor Harus Menang dan Jadi Bupati Sidoarjo Agar Bangunan PKB 20 Tahun Tidak Runtuh DIALOG - Wakil Ketua DPP PKB, Abdul Halim Iskandar bersama para pengurus DPC PKB, Fraksi PKB DPRD Sidoarjo dan DPAC saat konsolidasi pemenangan Paslon PKB, Gus Muhdlor - Subandi di Hotel Luminor Sidoarjo, Minggu (25/10/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Ketua DPP PKB, Abdul Halim Iskandar meminta seluruh pengurus, kader dan simpatisan DPC PKB Sidoarjo memenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) - Sunandi dalam Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Tujuannya agar bangunan PKB Sidoarjo yang sudah kokoh selama hampir 20 tahun tidak runtuh.

"Gus Muhdlor - Subandi harus menang dan jadi Bupati Sidoarjo. Semua pengurus dan kader PKB berkhidmat kepada NU. Makanya Paslon PKB ini harus menang agar semua tatanan yang ada tidak berubah. Ini tidak bicara suka dan tidak suka atau dekat dan tidak dekat, tapi ini sudah keputusan dan garis partai yang harus diperjuangkan agar Sidoarjo tetap hijau," ujar Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar dalam acara Dialog Khusus Pimpinan dan Konsolidasi DPC PKB Sidoarjo, FPKB dan DPAC PKB se Kabupaten Sidoarjo bersama DPW PKB Jatim di Hotel Luminor, Sidoarjo, Minggu (25/10/2020).

Mantan Wakil Ketua DPRD Jatim ini menjelaskan jika mempertahankan perjuangan dan rintisaan Abah Ipul (Saiful Ilah), maka pilihannya sekarang harus ke Gus Muhdlor - Subandi. Karena penentuan rekomendasi ke Paslon ini berbeda dengan penentuan Paslon PKB di Jatim lainnya. Jika di 18 wilayah lain selain di Sidoarjo, cukup dengan menggelar sekali survei, penentuan rekomendasi ke Gus Muhdlor - Subandi harus melalui empat kali survei.

"Selama empat kali survei itu, Gus Muhdlor hanya kalah satu kali. Karena margin error. Kalau sudah jelas seperti ini mekanisne dan tahapannya, pengurus, kader dan simpatisan PKB maupun Muslimat, Fatayat dan Perempuan Bangsa Sidoarjo jangan ke calon lain. Pilihannya hanya satu memenangkan Gus Muhdlor -Subandi. Kalau kalah akan menghancurkan bangunan PKB Sidoarjo selama 20 tahun. Jangan salah berlogika dalam berpolitik," imbuh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI ini.

Karena itu, kata Gus Halim PKB Sidoarjo mulai jajaran DPC, Fraksi, DPAC hingga ranting tidak boleh lengah agar Sidoarjo tetap dikuasai PKB. Jika PKB tidak menenangkan kontestasi Pilkada ini, maka arah kebijakan dan legalisasi sejumlah program untuk kemajuan NU bakal bisa berubah.

"Sidoarjo ini kota metropolitan yang berhimpitan dengan Surabaya. Tapi religius warganya tinggi. Makanya masalah sosialnya juga cukup besar. Karena itu butuh manajemen kepemimpinan yang visioner agar tidak keliru. PKB Sidoarjo sekarang harus merebut hati 28 persen pemilih mengambang dan belajar memeratakan basis santri di seluruh wilayah Sidoarjo agar tetap menang dalam Pilkada Desember 2020 mendatang," tegas Ketua DPW PKB Jatim ini.

Sementara Wakil Ketua DPC PKB Sidoarjo, Anik Maslachah mengaku senang lantaran dalam acara ini dihadiri semua anggota Fraksi PKB, DPC, DPAC, Muslimat, Fatayat, Perempuan Bangsa dan Banomnya tidak ada yang absen. Menurutnya saat ini semua sudah all out siap memenangkan Gus Muhdlor - Subandi baik dari tim struktural PKB maupun relawan.

"Sekarang struktur PKB sudah full sesuai garis partai. Semua taat perintah partai dan tidak ada yang mengecewakan partai. Semua siap menghijaukan Sidoarjo. Semua siap memenangkan Gus Muhdlor - Subandi. Ditambah sekitar 16.000 relawan kita yang bakal terus ditambah jumlahnya," tandasnya. Zak/Waw