Geliatkan Perekonomian Pasar Induk Puspa Agro, BHS - Taufiq Siapkan Transportasi Publik dan Jalan Baru


Geliatkan Perekonomian Pasar Induk Puspa Agro, BHS - Taufiq Siapkan Transportasi Publik dan Jalan Baru DIALOG - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan para pedagang dan pengunjung Pasar Induk Puspa Agro di Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Rabu (02/12/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Perhatian Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) untuk mengembangkan geliat perekonomian kerakyatan di pasar tradisional tak diragukan lagi. Perhatian itu, tidak hanya diberikan Paslon Nomor urut 1 dalam Pilkada Sidoarjo untuk pasar tradisional yang dikelola Pemkab dan desa-desa di Sidoarjo.

Akan tetapi, pengembangan pasar yang dikelola Pemprov Jatim yang lokasinya ada di Sidoarjo juga tak luput dari perhatian Cabup dan Cawabup yang diusung lima partai ini. Salah satunya adalah pengembangan Pasar Induk Puspa Agro di Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Pasar yang hampir sepi pembeli ini, juga mendapat perhatian BHS - Taufiq. Bahkan, BHS yang tak lain adalah mantan anggota DPR RI 2014 - 2019 ini pun menyiapkan sejumlah perencanaan agar pasar induk terbesar di Jatim dan Indonesia Timur ini bisa kembali bergeliat perekonomiannya dan semakin berkembang pesat.

"Kalau perlu pasar ini bisa menjadi percontohan pasar secara nasional. Karena tempatnya cukup bersih dan nyaman untuk pedagang maupun pembeli. Kalau bisa didorong menjadi pasar berstandar yang mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI)," ujar Cabup Sidoarjo, BHS kepada republikjatim.com, Rabu (02/12/2020) sore.

Menurut Alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya ini, usai berdialog dengan para pedagang, saat ini kondisi pasar itu sepi pengunjung. Bahkan sebagian stan dan lapak dagang tutup. Karena itu, ketika diamanahi memimpin Sidoarjo, BHS bakal menyiapkan akses transportasi publik menuju ke Pasar Induk Puspa Agro dari berbagai lokasi.

"Pasar Induk Puspa Agro ini milik Pemprov Jatim, tapi bisa dimanfaatkan untuk masyarakat Sidoarjo. Karena lokasinya ada di Sidoarjo. Pasar ini butuh akses transportasi publik menuju ke tempat ini agar mudah dijangkau para konsumen. Misalnya, disiapkan armada Lin. Itu juga bakal disiapkan untuk sejumlah pasar tradisional milik Pemkab Sidoarjo. Kalau perlu, ada jadwal tepat waktu menuju pasar-pasar itu, termasuk ke Pasar Induk Puspa Agro ini," imbuh pengusaha sukses transportasi ini.

Tidak hanya itu, lanjut politisi peraih penghargaan anggota DPR RI Teraspiratif Tahun 2019 ini, Pemkab Sidoarjo juga balal berkolaborasi dengan Pemprov Jatim, untuk membuat tambahan akses jalan yang terhubung langsung dengan jalan nasional dan jalan tol. Harapannya, nanti dibuka akses jalan tembus ke jalan tol.

"Nanti, saya akan berbicara dengan Jasa Marga untuk membuat exit tol menuju Puspa Agro. Agar exit tol di Sidoarjo yang sekarang ini tiga, bisa menjadi empat. Ini masuk akal karena Surabaya exit tolnya sudah sekitar enam," tegasnya.

Bagi BHS, Pasar Induk Puspa Agro sudah layak menjadi pasar percontohan berskala nasional. Salah satunya karena kondisinya cukup bersih. Bahkan, seharusnya Pasar Induk Puspa Agro sudah menjadi pasar SNI. Akan tetapi, juga harus ditambah sejumlah fasilitas lainnya.

"Misalnya, karena di pasar ini belum dilengkapi tempat penitipan anak, poliklinik, alat tera dan musala yang layak maka harus dilengkapi. Selain itu, harus dilengkapi fasilitas perbankan, bagi para pedagang dan pengunjung pasar," urainya.

Sementara salah seorang pedagang sayur di Pasar Induk Puspa Agro, Lutfi berharap pemerintah mencari cara agar kondisi Pasar Puspa Agro bisa ramai kembali dan dikunjungi pembeli. Lutfi menginginkan dibangunnya jalan menuju Pasar Induk Puspa Agro itu. Menurutnya, jika ada jalan menuju pasar ini, maka warga perumahan di sekitar sini, bisa datang berbelanja.

"Karena kondisi Pasar Induk Puspa Agro mulai sepi sejak beberapa tahun terakhir. Saya bisa bertahan untuk berjualan di pasar ini, karena saya juga membuka lapak di pasar krempyeng kawasan perumahan di Taman. Kalau barang dagangan (sayuran) hanya saya jual di sini, pasti rugi. Karena sayuran mudah busuk. Sehingga saya jual lagi di tempat lain," tandas pedagang sayur yang membuka usaha sejak pasar dibuka ini. Hel/Waw