Dua Mesin ATM di Minimarket di Sidoarjo Dibobol Sekawanan Pencuri, Perusahaan Merugi Rp 368 Juta


Dua Mesin ATM di Minimarket di Sidoarjo Dibobol Sekawanan Pencuri, Perusahaan Merugi Rp 368 Juta Ilustrasi pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM)

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kasus pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang terpasang di salah satu minimarket yang ada di Kecamatan Gedangan dan Kecamatan Taman, Sidoarjo menyebabkan pihak pengelola ATM mengalami kerugian total Rp 368 juta.

Diduga, mesin ATM itu dibobol oleh pelaku yang sudah ahli dalam kasus pembobolan mesin ATM. Hal itu jika dilihat dari kerugian materiil yang mencapai ratusan juta itu. Apalagi, kasus pembobolan itu hanya dilakukan oleh pelaku dalam tiga kali menjalankan aksinya.

Karena kerugiannya cukup besar, akhirnya pihak penanggung jawab pengelola mesin ATM melaporkan kasus pencurian itu ke Polresta Sidoarjo. Saat ini, kasus pembobolan ATM itu masih menjadi atensi dan penyelidikan tim Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo.

"Memang perwakilan pihak perusahaan jasa pengelolaan mesin ATM di mini market itu sudah melaporkan kasus itu ke SPKT Polresta Sidoarjo," ujar Kasi Humas Polresta Sidoarjo, Iptu Tri Novi Handono, Minggu (26/06/2022).

Dalam kasus ini pihak perusahaan jasa maintenance mesin ATM menjadi korban yang dirugikan. Kasus pembobolan uang tunai di mesin ATM itu, diketahui staf perusahaan jasa maintenance beberapa hari lalu. Yakni saat petugas perusahaan jasa maintenance ATM mendapati kejanggalan saat adanya aktivitas bongkar brangkas mesin ATM tanpa instruksi dari perusahaan.

Kecurigaan perusahaan pertama saat adanya bekas pembongkaran mesin ATM di salah satu minimarket yang berada di Kecamatan Gedangan. Mengetahui kejadian itu, selanjutnya pihak perusahaan memastikan keadaan brangkas dengan cara mengecek kondisi mesin. Hasilnya aktifitas mesin serta rekaman CCTV serta berdasarkan hasil audit internal diketahui ternyata ada salah satu oknum karyawan perusahaan jasa maintenance ATM yang melakukan tindakan curang itu.

Oknum itu tanpa melalui izin pihak perusahaan mengambil uang pada mesin ATM sebanyak 2 kali di minimarket yang berada di Gedangan. Dari dua kali pencurian itu, total uang yang diambil pelaku sebesar Rp 195, 2 juta.

Selanjutnya petugas melaksanakan audit internal untuk memeriksa historis semua mesin ATM. Hasilnya, ternyata petugas menemukan transaksi janggal di mesin ATM yang terletak di salah satu minimarket di Kecamatan Taman, Sidoarjo. Dari mesin ATM di Taman itu, total uang yang hilang sebesar Rp 172 juta.

"Total pihak perusahaan jasa maintenance mesin ATM itu mengalami kerugian senilai Rp 368 juta," ungkapnya.

Sementara atas kedua kasus itu, pihak manajemen perusahaan jasa memanggil salah satu oknum karyawan MAF yang dicurigai sebagai terduga pelaku pembobolan mesin ATM itu. Ternyata, pemuda 24 tahun warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo ini mengakui semua perbuatannya. Selanjutnya, perwakilan perusahaan melaporkan kejadian itu ke SPKT Polresta Sidoarjo itu.

"Kasus pencurian uang di mesin ATM itu sekarang dalam proses penanganan tim Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo. Perkara itu sudah dalam proses penyelidikan petugas," tandasnya. Hel/Waw