Diklaim Pemkab Sidoarjo, Warga Protes Robohkan Papan Aset Kepemilikan


Diklaim Pemkab Sidoarjo, Warga Protes Robohkan Papan Aset Kepemilikan DIROBOHKAN - Sejumlah warga mencabut dan merobohkan papan bertuliskan Aset Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang dipasang di UPTD Krembung, Sidoarjo, Senin (02/12/2019) kemarin.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah warga Desa/Kecamatan Krembung, Sidoarjo bereaksi. Ini menyusul, adanya pemasangan papan bertuliskan Aset Milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang dipasang sejak dua hari lalu di depan pagar Kantor UPTD Dinas Pendidikan Krembung.

Kedatangan warga yang berbondong-bondong ke kantor UPTD Krembung yang berada di samping pasar ini, selain mempertanyakan surat hak kepemilikan lahan juga menanyakan alas hak kepemilikannya. Bahkan warga yang kesal langsung menjebol dan merobohkan papan itu, Senin (02/12/2019).

Bendahara LKMD Krembung, Luki Minarianto mengatakan sebenarnya lahan itu milik desa. Hal ini sudah tercatat kepemilikannya atas nama desa. Sedangkan di peta bidangnya masuk desa. Namun, di masa lalu ada proses pinjam pakai saja.

"Tetapi kenapa sekarang ditancapkan papan nama milik Pemkab Sidoarjo itu," katanya.

Menurut Luki Minarianto sejumlag warga yang terdiri dari Tokoh Masyarakat, BPD, LKMD, Tokoh Budri, dan Kontak Tani datang dan berkumpul di Kantor Desa Krembung langsung mendatangi Kantor UPTD Dinas Pendidikab. Usai mempertanyakan soal pemasangan papan itu, UPTD tidak ada yang mengakuinya. Karena itu, seketika warga mencopot dan merobohkan papan tanda kepemilikan aset itu.

"Wong tanah itu milik kami sendiri, kenapa kok berani masuk rumah orang tanpa permisi. Ibaratnya seperti itu. Waktu pasang papan aset harusnya desa dilibatkan," tegasnya.

Selain itu, Luki Minarianto menceritakan luas lahan keseluruhanya 1.040 meter persegi. Itu merupakan satu hamparan dengan bangunan sarana olahraga Lapangan Futsal. Batasnya utaranya sampai ke selatan yang saat ini di tempati Kantor UPTD Dinas Pendidikan itu.

"Mulai guru, pejabat UPTD (dinas) dan pekerja (tukang proyek) semuanya sudah ditanya soal pemasangan papan itu. Tapi mereka tidak tahu siapa yang memasangnya. Kami menyayangkan tindakkan seperti ini. Seharusnya permisi lebih dahulu pada pemerintah desa dan tidak asal main pasang," pintahnya.

Bagi Luki atas pemasangan papan aset itu, warga Krembung benar-benar merasa tidak terima. Alasanya, karena lahan itu milik desa.

"Lahan yang dipergunakan perkantoran ada nomor persil serta luasnya. Itu sudah masuk di aset desa bukan milik dinas," paparnya.

Menurut Luki lahan itu dulu adalah milik warga Krembung yang ditempati kantor kecamatan lama. Setelah kantor kecamatan lama pindah ke sisi timur di depan SMA Negeri Krembung, maka aset itu diambilalih kembali oleh Desa Krembung.

"Intinya serah guna bangun dan dipinjam pakai saja untuk UPTD itu," ungkapnya.

Sementara Camat Krembung, Abdul Muid via ponselnya mengaku persoalan pemasangan papan aset itu akan dimusyawarahkan dengan Pemkab Sidoarjo. Camat mengaku lahan itu tidak tahu persis siapa pemiliknya. Karenanya, untuk memastikan pemilik lahan itu, maka tetap harus dimusyawarahkan.

"Lahan itu sudah lama hampir 20 tahun tidak ada kepastian kepemilihan. Persoalan tanah milik desa atau tanah milik UPTD, kami tidak bisa ngomong. Kecuali tim dari Kabupaten Sidoarjo, sudah melakukan musyawarah dengan pemerintah desa. Kami sudah mengarahkan agar musyawarah tingkat kabupaten dan singkron aset sejak awal. Itu kewenangan Pemkab Sidoarjo," pungkasnya. Yan/Waw