Di Alam Terbuka, Kafe Reptil Sajikan Menu Andalan Nasi Meong, Kerang Hijau dan Wedang Sampah


Di Alam Terbuka, Kafe Reptil Sajikan Menu Andalan Nasi Meong, Kerang Hijau dan Wedang Sampah KAFE REPTIL - Para pelanggan menikmati berbagai menu yang disediakan Kafe Reptile ditemani hewan melata dan minuman wedang sampah dan nasi meong, Sabtu (08/08/2020) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Berawal dari sekedar hobi merawat puluhan reptil di persawahan Desa Jabaran, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Nur Huda berani membuka usaha baru. Dia tidak hanya merawat dan mengoleksi hewan melata saja, akan tetapi pria yang akrab dipanggil Huda ini juga mengembangkan tempat pemeliharaan reptil itu menjadi Kafe Reptil.

Selain mengandalkan menu utama kerang hijau di alam terbuka, kafe ini juga menyediakan menu andalan lainnya. Diantaranya, nasi meong dan wedang sampah yang berisi rempah-rempah.

Kafe unik di alam terbuka ini memang berbeda. Pengunjung, selain bisa menikmati berbagai menu makanan dan minuman, juga bisa sambil nongkrong ditemani berbagai hewan reptil yang disediakan pemilik kafe. Sejumlah hewan reptil itu seperti Iguana, Ular, King Cobra, Musang dan masih banyak hewan reptil lainnya.

Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa berswafoto (selfi) dengan berbagai reptil jinak. Sekaligus bisa menjadi bahan edukasi bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dalam soal berbagai hewan reptil itu.

Kafe Reptil Kerang Hijau yang menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman ini mulai buka sekitar pukul 16.30 WIB hingga 22.00 WIB. Selain itu, kafe ini juga menyediakan spot dan pencahayaan malam hari yang sangat menarik untuk berswafoto bersama teman dan komunitas. Apalagi ditunjang menggunakan lampu LED. Saat masuk ke gubuk beratap rumput ilalang itu suasana makan dan minum menambah nuansa eksotik dan memiliki makna tersendiri bagi pengunjung.

Pengelola Kafe Reptil, Nur Huda menceritakan berdirinya kafe ini didasari komunitas pecinta hewan yang sulit mencari tempat nongkrong untuk saling bertukar ilmu dalam merawat hewan peliharaan. Selain itu, keinginan Nur Huda yang hobi memasak mendorong pemuda sekitar untuk tidak menganggur hingga membuka lowongan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19 ini melahirkan ide kreatif pendirian kafe itu.

"Pendirian kafe ini, bukan semata-mata untuk mencari profit (pendapatan). Akan tetapi, kami ingin mengajak pemuda pengangguran di sekitar untuk bisa bekerja. Kami ingin menciptakan lapangan kerja melalui hobi saya itu," ujarnya kepada republikjatim.com, Sabtu (08/08/2020) malam.

Pria yang akrab dipanggil Huda ini menjelaskan Kafe Reptil Kerang Hijau menyajikan berbagai jenis menu makanan dan minuman. Untuk minuman mengandalkan bahan baku utama rempah-rempah alami. Diantaranya biji dan daun binahong, serai, daun pala, daun jeruk nipis, kayu manis, kapulaga, daun pandan, akar alang-alang, jahe, kunyit, kunir, cengkeh dan gula batu.

"Semua rempah itu, nanti diolah dan direbus menjadi minuman dengan nama wedang. Diantaranya wedang uwuh, wedang secang, wedang sampah, wedang selasih, wedang jalang dan wedang Corona. Semua minuman ini bisa meningkatkan imunitas tubuh terutama mencegah dari virus Covid-19 saat dikonsumsi," imbuhnya.

Sedangkan untuk menu makanannya, lanjut Huda menyajikan nasi meong, nasi ceker, nasi kerang hijau, nasi ontong (jantung pisang), nasi tumis bunga pepaya dan nasi jamur kuping.

"Semua harga makanan dan minuman itu bervariasi. Mulai harga Rp 5000 sampai Rp 12.000. Semua terjangkau dan bisa dirasakan nikmatnya makanan dan minuman di kafe kami," tegasnya.

Selama pandemi Covid-19 ini, Kafe Reptil membuka usahanya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Pengelola juga selalu menghimbau kepada pembeli (pengunjung) tetap memakai masker.

"Kami pun juga menyediakan tempat cuci tangan dan menjaga jarak dan tempat duduk antar pengunjung," ungkapnya.

Sementara seorang pengunjung Kafe Reptil, Abdul Hadi mengaku tertarik menu makanan dan minuman serta tradisional dan alami itu. Selain itu, juga tertarik dengan suasana di pedesaan.

"Rasa masakan baik makanan dan minumannya sangat nikmat," tandasnya. Zak/Hel/Waw