Dewan Minta Kaji Ulang, Pemkab Sidoarjo Siapkan Prosedur Belajar Tatap Muka


Dewan Minta Kaji Ulang, Pemkab Sidoarjo Siapkan Prosedur Belajar Tatap Muka Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dinas Pendidikan (Dindik) Pemkab Sidoarjo menyiapkan sejumlah prosedur belajar tatap muka. Saat ini sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tengah mempersiapkan proses belajar tatap muka itu.

Sementara di sisi lain, Komisi D DPRD Sidoarjo meminta rencana belajar tatap muka itu, untuk dikaji lebih dalam atau dikaji ulang. Alasannya, karena masih banyak variabel yang harus dipertimbangkan.

"Kami tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk persiapan belajar tatap muka. Semua masih dipersiapkan sebaik-baiknya," ujar Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin usai Rapat Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Sidoarjo Terhadap Dua Raperda, di DPRD Sidoarjo, Kamis (13/08/2020).

Lebih jauh, Cak Nur menjelaskan rencananya, jika sudah siap dengan sistem.belajar tatap muka, maka bisa dimulai dari wilayah-wilayah kecamatan yang menuju zona hijau. Selain itu, juga lebih cenderung pelaksanaan belajar tatap muka dengan prosedur ketat.

"Simulasi prosedur belajar tatap muka untuk tingkat SMP telah kami siapkan. Misalnya siswa yang masuk ke sekolah maksimal 50 persen, kondisi ruangan yang memungkinkan saat pembelajaran ruangan kelas dibuka dan AC dimatikan. Simulasi-simulasi itu sudah dilakukan. Saya tetap berharap pembelajaran tatap muka dilakukan dengan protokol kesehatan maksimal. Tapi uji cobanya melibatkan tim Dinkes bersama Dindik," tegasnya.

Sementara Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih menilai rencana belajar tatap muka perlu dikaji ulang dan mendalam. Alasannya, banyak variabel yang harus dipertimbangkan. Tidak semata dari sisi siswa maupun wali siswa, tapi juga perlu dilihat dari sisi kesehatan.

"Keputusan itu membutuhlan kajian luar biasa mendalam sebelum belajar tatap muka dimulai. Penerapan belajar tatap muka seharusnya tidak hanya berdasar zona kuning maupun hijau. Bisa jadi lokasi sekolah berada di zona kuning atau hijau. Tapi di sekolah itu, ada siswa yang berasal dari zona merah. Itu bagaimana," ungkapnya.

Selain itu, faktor menerapkan kedisplinan pada anak-anak bakal menjadi sebuah persoalan tersendiri. Menurutnya, anak-anak masih rentan melanggar disiplin protokol kesehatan.

"Pengalamannya, kalau orang tua atau orang dewasa saja terkadang tidak bisa (disiplin). Apalagi anak-anak. Menurut saya, faktor kesehatan lebih utama," tandas Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo ini. Hel/Waw