BHS - Taufiq Siap Jadikan Pasar Burung Sebagai Tempat Rekreasi dan Perbaiki Fasumnya


BHS - Taufiq Siap Jadikan Pasar Burung Sebagai Tempat Rekreasi dan Perbaiki Fasumnya KELUHAN - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan pedagang dan pengunjung Pasar Burung Larangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo untuk mendengarkan keluhan mereka, Minggu (25/10/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS-Taufiq) bakal menjadikan sejumlah Pasar Burung dan Unggas di Sidoarjo menjadi tempat rekreasi bagi warga. Selain itu, juga bakal membenahi sejumlah Fasilitas Umum (Fasum) yang ada di Pasar Burung dan Unggas itu.

Salah satunya menjadikan Pasar Burung dan Unggas Larangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Hal ini, lantaran pasar burung ini merupakan salah satu pasar burung dan unggas terbesar di Sidoarjo. Akan tetapi, Fasumnya mulai kamar mandi dan WC serta musalanya tidak terawat dan terbengkalai. Bahkan kekurangan lahan parkir.

"Pasar ini letaknya sangat strategis dan disukai masyarakat pecinta burung. Tapi penjualannya menurun karena Covid-19. Tapi, insyaallah ini hanya berlaku sementara. Setelah itu akan baik lagi. Saya ingin memacu market (penjualan) burung. Saya akan menggelar lomba burung 6 kali setahun puncaknya Bupati Cup," ujar Cabup Sidoarjo, BHS kepada republikjatim.com, Minggu (25/10/2020).

Rencananya, kata BHS pihaknya bakal menggelar lomba burung yang dikolaborasikan dengan lomba lingkungan untuk menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Sidoarjo. Konsepnya lomba burung dengan melibatkan lingkungan dengan tatanan asri dilengkapi kicau burung.

"Saya yakin dengan lomba burung itu, bisa berdampak pada penjualan burung di pasar burung. Termasuk dikolaborasikan dengan lomba unggas (ayam). Kalau lomba digeber maka akan menghidupkan lagi penjual dan penghobi burung. Karena burung dan ayam sudah menjadi hobi neneng moyang dan menjadi budaya di Jawa. Ini yang harus digeber dan saya siap menjadikan pasar burung untuk jadi tempat refreshing warga," imbuh mantan anggota DPR RI ini.

Kendati demikian, kata Cabup yang diusung 5 partai dengan 18 kursi menyayangkan fasum di pasar burung ini terbengkali mulai kamar mandi dan toilet. Begitu juga sarana dan prasarana musala juga terbengkalai dan kurang maksimalnya lahan parkir. Bahkan lokasinya sangat jauh dan lokasi penjualan makanan menjadi satu dengan burung.

"Fasum sarana dan prasarana itu akan diperbaiki semua. Soal burung hewan yang sensitif juga akan disediakan dokter hewan (tim medis) yang ahli burung," tegas Alumnus ITS Surabaya ini.

Sementara salah seorang penghobi burung Rusli meminta BHS memfasilitasi para pecinta burung di Sidoarjo. Apalagi sejak pandemi Covid-19, lomba burung dilarang dan dibatasi protokol kesehatan.

"Kami minta saat Pak BHS jadi bupati, bisa memfasilitasi para pecinta burung se Sidoarjo," tandasnya. Hel/Waw