BHS - Taufiq Bakal Prioritaskan Kesejahteraan Guru Madrasah di Sidoarjo


BHS - Taufiq Bakal Prioritaskan Kesejahteraan Guru Madrasah di Sidoarjo PAPARAN - Paslon Bupati-Wabup Bambang Haryo Soekartono-M Taufiqulbar (BHS-Taufiq) paparan penanganan pendidikan saat menghadiri acara Workshop Manajerial Pendidikan PCNU Lembaga Pendidikan Maarif NU Sidoarjo di Hotel Aster Batu, Selasa (29/09/2020) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pasangan Calon (Paslon) Bupati - Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono - M.Taufiqulbar (BHS-Taufiq) bakal memperhatikan kesejahteraan guru madrasah mulai tingkat dasar hingga atas di Sidoarjo. Alasannya, selama ini, kesejahteraan para guru swasta itu dibawah batas nilai kewajaran.

Oleh karena itu, BHS - Taufiq bakal menaikkan gaji guru madrasah setara dengan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sidoarjo. Selain itu, juga bakal memperhatikan kesehatan para guru dengan jaminan kesehatan bagi guru madrasah.

"Yang menjadi masalah adalah perhatian kesejahteraan guru, terutama guru madrasah baik dasar sampai menengah atas. Karena gaji guru swasta jauh masih dibawa standar. Itu pasti akan berpengaruh pada kualitas pengajaran," ujar BHS di sela-sela acara Workshop Manajerial Pendidikan PCNU Lembaga Pendidikan Maarif NU Sidoarjo di Hotel Aster, Batu, Selasa (29/09/2020) malam.

BHS yang juga mantan anggota DPR RI ini pihaknya bakal mengupayakan gaji guru disesuaikan dengan UMK Sidoarjo. Baginya jika kesejahteraan guru swasta di Surabaya bisa dinaikkan, kenapa tidak bisa dengan di Sidoarjo. Pihaknya hal itu juga bisa dilaksanakan di Sidoarjo.

"Menaikkan gaji guru madrasah sekitar 20.000 guru berdasarkan data perhitungan saya tidak banyak. Hanya dibutuhkan Rp 30 miliar saja. Kalau itu dibandingkan SILPA Rp 1,3 triliun tidak ada apa-apanya. Itu demi kebaikan Sumber Daya Manusia (SDM) guru dan para pelajar. Itu aset kita," imbuh Alumnus ITS Surabaya ini.

Disamping itu, lanjut BHS kualitas guru harus ditingkatkan melalui bimbingan, kursus, dan lainnya untuk menambah kualitas dan kemampuan mengajar para peserta didiknya. Apalagi guru madrasah mendidik muridnya memiliki sumber daya manusia yang berkarakter. Lantaran tidak hanya mengajarkan materi formal (umum) tetapi juga agama dan akhlak.

"Anggaran pendidikan harus dinaikkan untuk kesejahteraan guru. Nanti bisa didukung CSR dari 950 perusahaan besar di Sidoarjo. Itu akan dimanfaatkan untuk kesejahteraan guru termasuk pembagunan beberapa Madrasah Ibtidaiyah (MI) agar berkualitas dari sisi infrastruktur dan SDM," tegas BHS didampingi Taufiq.

Sementara soal kesehatan guru, juga bakal diperhatikan. Apalagi, guru madrasah itu bukan hanya mengajarkan soal pendidikan formal (umum) akan tetapi juga mengajarkan akhlak.

"Kesehatan guru ini penting. Itu akan kita jamin kesehatan jasmani dan rohani. Karena kesejahteraan guru di Sidoarjo akan kami perhatikan," tandasnya. Hel/Waw