Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu 3 Kilogram Diselipkan Saklar Listrik dari Malaysia


Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu 3 Kilogram Diselipkan Saklar Listrik dari Malaysia SABU-SABU - Tersangka penyelundupan sabu-sabu 3,045 kilogram, Budi Hartono (39) warga asal Probolinggo diringkus petugas gabungan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Juanda, Jumat (25/09/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim Gabungan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Juanda berhasil menggagalkan penyelundupan sabu - sabu seberat 3,045 kilogram di Bandara Internasioal Juanda, Sidoarjo. Barang haram itu berasal dari negara Jiran, Malaysia.

Selain mengamankan sabu-sabu, petugas gabungan juga mengamankan salah seorang tersangka, yakni Budi Hartono. Pria 39 tahun warga asal Probolinggo merupakan pekerja bangunan bagian cor yang sudah bekerja selama 8 bulan di Malaysia.

"Penyelundupan dilakukan tersangka Selasa (22/09/2020) sekitar pukul 10.00 WIB. Tersangka merupakan penumpang pesawat penerbangan Kuala Lumpur - Surabaya. Saat kami menerima informasi ada penumpang yang berinteraksi dengan jaringan sabu-sabu Malaysia, kami langsung memperketat pemeriksaan penumpang," ujar Kepala KPPBC TMP Juanda, Budi Harjanto kepada republikjatim.com, Jumat (25/09/2020).

Budi menceritakan saat memperketat pemeriksaan, tersangka saat diperiksa X-Ray, petugas mencurigai dengan barang bawaan penumpang itu. Ada barang mencurigakan yang disembunyikan dalam 29 box saklar lampu. Petugas kemudian memeriksa intensif barang itu.

"Hasilnya, sabu-sabu seberat 3,045 kilogram itu ditemukan. Tersangka kami amankan untuk pemeriksaan lanjutan atas penyelundupan barang haram itu," tegasnya.

Tersangka Budi Hartono mengaku jika barang haram itu adalah titipan temannya. Barang itu dititipkan rekannya kerjanya Marsui (38) yang saat ini masih tinggal di Malaysia. Bahkan, sehari sebelum penerbangan, tersangka masih sempat bertemu dengan Marsui.

"Saya berencana pulang ke Jawa Timur, karena kami tidak punya uang. Marsui mau membantu dengan syarat membawakan barang-barang itu saat pulang ke Indonesia. Saya tidak tau kalau isinya sabu-sabu. Wong saya hanya diberi upah Rp 30 juta. Kemarin baru dibayar Rp 1,5 juta sebagai ongkos pulang naik pesawat itu," ungkapnya.

Namun, apes melanda. Yakni saat di Bandara Internasional Juanda, ternyata dibekuk petugas gabungan karena barang haram itu. Saat ini, tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur.

"Saat ini kasus itu tengah dikembangkan. Petugas telah memburu tersangka lain dalam kasus ini. Beberapa waktu lalu, kami juga meringkus kasus sabu-sabu di Gununganyar, Surabaya. Ini yang jaringan Malaysia," tandas Kepala BNNP Jatim, Bambang P. Hel/Waw