Angkringan Warso Kemangsen, Wedang Jahe Dan Sambel Nasi Kucing Khas Makanan Solo Kuatkan Imun Konsumen


Angkringan Warso Kemangsen, Wedang Jahe Dan Sambel Nasi Kucing Khas Makanan Solo Kuatkan Imun Konsumen ANGKRINGAN - Salah satu pelanggan Kapolsek Krian, Kompol Mukhlason saat menikmati menu nasi bakar dan jahe susu di Angkringan Warso JL Raya Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jumat (22/01/2021) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Cak Warso panggilan akrab pria asli Jawa Tengah ini, harus memutar otak ketika menjadi buruh pabrik. Karena hasil dari buruh pabrik itu, dia harus bisa mendapatkan pemasukan (pendapatan) lagi.

Karena itu, dia berkeinginan membuat usaha kecil-kecilan. Jatuh pilihannya, di Tahun 2020 membuka usaha warung Angkringan Warung Solo (Warso) di Jalan Raya Surabaya - Mojokerto, Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

Berkat ketelatenan dan kegigihannya, kini usaha Angkringan Warso ramai di kunjungi pembeli. Dari sekian banyak angkringan yang buka di ruas pinggir jalan raya Balongbendo, Krian dan sekitarnya, angkringan Warso semua menunya patut dicoba.

Sejumlah menu istimewa di Angkringan Warso, seperti wedang jahe dan sambel nasi kucing juga tersedia. Tidak perlu jauh-jauh pergi ke Yogyakarta atau Solo, Jawa Tengah untuk menikmati angkringan seperti ini. Menu lainnya yang disediakan juga beragam.

Menu wajib di setiap angkringan lainnya. Diantaranya sego kucing, gorengan, aneka sate, baceman, serta makanan ringan seperti kerupuk puli, kacang telor dan lainnya.

Pemilik Angkringan, Cak Warso menceritakan menu andalan yang kerap diburu pelanggam adalah jahe susu. Pelanggan lebih suka, karena jahenya ditumbuk dan diiris. Jahe itu, sudah diracik dari rumah dengan beberapa racikan dan campuran.

"Pelanggan suka karena jahenya sangat terasa. Apalagi ditambah dengan susu pasti terasa enak dan hangat di badan. Itu untuk menu minuman yang digemari para pelanggan," ujar Warso, Jumat (22/01/2021) malam.

Cak Warso menjelaskan untuk menu makanannya nasi kucing sambal pedasnya berbeda. Karena sambalnya cukup nendang dan beda dengan angkringan lainnya. Karena sambal itu, khas Jawa Tengah. Sambelnya, diracik sedemikian rupa seperti sambel khas Jawa Tengah.

"Pelanggan makan sepedas apa pun dijamin tidak mules. Karena bahan bumbunya alami dan ada doanya," ungkapnya.

Salah seorang penikmat Angkringan Warso adalah Kapolsek Krian, Kompol Mukhlason. Dia merasa menikmati nasi yang prosesnya dibakar dahulu bersama daun pisang. Makanan itu menjadi berbeda. Bahkan rasanya enak dan gurih.

"Makanya nasi bakarnya saya makan sampai habis. Rasanya pasti gurih dan nikmat. Namanya saya sering makan kemana-mana kalau makanan seperti ini, ada khas tersendiri," jelas mantan Kapolsek Ngadiluwih ini.

Saat musim hujan, kata Mukhlason, dipastikan orang cenderung makan di angkringan. Apalagi, nasi yang dibakar itu pilhan yang sangat tepat. Nasi bakar di musim dingin bisa terasa hangat dan berkeringat di badan.

"Untuk wedang susu jahenya sudah saya rasakan nikmatnya. Sangat terasa jahenya dan memang enak rasanya. Terasa hangat di badan. Makannya nasi bakar dan minum jahe susu tambah gobyos dan berkeringat. Itu sebagai penambah imun tubuh di saat pandemi Covid-19," tandasnya.

Sementara Angkringan Warso bukan hanya angkringan biasa, tapi juga sebagai tempat base camp dan nongkrong pengurus Info Masyarakat Krian (IMK) di media sosial (Medsos). Mereka berbagi cerita, ide dan gagasan agar di tengah pandemi Covid-19 ini imun tidak turun. Bagi Cak Warso guyonan dan bercanda bisa meningkatkan imun tubuh. Apalagi ditambah dengan minum wedang jahe dan nasi bakar.

"Hanya Rp 15.000 bisa menikmati nasi kucing bakar plus aneka sate bakar dan minuman khasnya," pungkasnya. Zak/Hel/Waw