Aktivis Ponorogo Desak Dishub Tertibkan Bus Tanpa Trayek


Aktivis Ponorogo Desak Dishub Tertibkan Bus Tanpa Trayek DEMO - Sejumlah aktivis demo di Terminal Seloaji dan Kantor Dishub Ponorogo mendesak penertiban bus siluman tanpa trayek, Senin (02/12/2019).

Ponorogo (republikjatim.com) - Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Konsorsium LSM menggelar demo di Terminal Seloaji dan Kantor Dishub Pemkab Ponorogo, Senin (02/12/2019). Puluhan pengunjuk rasa ini menggelar aksi karena diduga banyak bus beroperasi di Ponorogo bodong alias tidak punya ijin trayek.

Selain orasi bebas di depan pintu keluar Terminal Seloaji, massa membentangkan pamflet dan banner yang isinya kritikan terhadap Dishub Pemkab Ponorogo. Diantaranya Regulasi Tidak Dijalankan Karena Ada Mel-Melan, Stop Bus yang Tidak Ada Trayek, Tutup Agen Bus Non Trayek, Bersihkan Terminal Seloaji dari Pungli dan lainnya.

Ada empat poin tuntutan konsorsium dalam aksi itu. Diantaranya bus yang trayeknya menyimpang atau tidak ada (hanya berupa rekom) jangan diberikan izin untuk mengangkut penumpang, jika poin pertama masih dilaksanakan maka Kepala Terminal atau Koordinator Pelayanan Angkutan harus bertanggung jawab karena masyarakat selama ini ditipu banyak bus baru, tetapi tidak ada izin angkutan (tidak ada izin trayek resmi).

Selain itu, Dishub harus berjaga di pintu masuk terminal karena ada bus yang tidak punya trayek tidak masuk terminal dan masyarakat dimohon bisa berpikir jernih jangan hanya mau menumpang bus baru tetapi belum ada izin trayek resmi. Kalau menumpang bus yang tidak ada izin trayek dan bus mengalami kecelakaan maka tidak akan bisa mendapatkan santunan jasa raharja.

"Empat poin itulah yang menjadi tuntutan. Karena banyak bus yang tanpa izin trayek beroperasi. Bagaimana mendapatkan masukan negara dari bangunan megah dan mahal tapi banyak permainan. Jelas ini penyimpangan," kata Korlap Aksi, Heru Budiono dari LSM Amarta kepada republikjatim.com, Senin (02/12/2019).

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Seloaji Ponorogo, Eko Hadi Presetyo menjelaskan untuk trayek bodong tidak ada. Meski di Terminal Seloaji ada dua armada, yakni bus AKAP dan bus AKDP. Bus AKAP trayek dibuat Kementerian Perhubungan di Jakarta dan AKDP dibuat Dishub Propinsi Jatim.

"Jadi sampai sekarang kalau masuk ke Terminal Seloaji tidak punya trayek akan ditilang. Kalau dua kali berturut-turut, armadanya ditunda pemberangkatanya dan dibuatkan surat berita acara penundaan. Terakhir armada tidak bisa diberangkatkan," ungkapnya.

Bagi Eko pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi armada nakal (bodong) atau penyimpangan. Pihaknya berjanji tetap berkomitmen semboyan terminal Seloaji.

"Kami tidak ada toleransi buat pelanggaran sekecil apa pun pelanggarannya. Penyimpangan trayek tetap ditindak. Sekarang yang ditilang 270 armada terhitung sejak akhir Agustus sampai sekarang. Yang ditunda keberangkatanya ada 65 armada," tegasnya.

Selain itu, Eko HP menegaskan pihaknya sudah menutup beberapa agen yang bus yang tidak trayek.

"Agen yang sudah ditutup yakni Garuda Mas, Harum Prima, Kramatjati Bandung, GMS, Gajah Mungkur, Putra Remaja dan hari ini kami juga menutup Handoyo," pungkasnya. Mal/Waw