Abaikan Perpres, Proyek Tanpa Papan Nama Masih Dibiarkan Di Ponorogo


Abaikan Perpres, Proyek Tanpa Papan Nama Masih Dibiarkan Di Ponorogo TANPA PAPAN NAMA - Proyek Pembangunan Saluran di JL Raya Desa Bancar menuju Bungkal tanpa papan nama hingga terkesan sebagai proyek siluman, Kamis (30/07/2020).

Ponorogo (republikjatim.com)- Sejumlah proyek fisik di wilayah Ponorogo tanpa papan nama alias siluman masih banyak ditemukan di lapangan. Meski sering dipersoal publik, akan tetapi tetap saja membandel dengan dibiarkan dan mengabaikan hak publik tentang informasi.

Dengan demikian pelaksanaan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya tak berlaku di Ponorogo. Salah satunya proyek pengerjakan saluran air Bancar - Bungkal. Hingga kini, tak ada papan nama proyek fisik itu.

"Kami tidak tahu proyek ini anggarannya berapa dan sampai kapan serta dikerjakan siapa. Karena tidak ada papan nama proyek yang dipasang di lokasi proyek saluran ini. Mendadak ada pekerjaan fisik. Padahal saatnya proyek dikerjakan secara tranparan dan diketahui masyarakat umum," ujar warga sekitar Min kepada republikjatim.com, Kamis (30/07/2020).

Salah seorang perangkat Desa Bancar, yang juga enggan di tulis namanya mengaku tidak tahu menahu soal proyek saluran di desanya itu. Namun dia meyakini proyek fisik itu dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Ponorogo.

"Kayaknya dari Dinas PU. Sampai saat ini pekerjaan belum selesai. Saluran ini dikerjakan sejak 3 minggu lalu. Apa ini proyek Rp 300 juta per desa per tahun itu, kami tidak tahu. Yang dikerjakan sepanjang100 meter. Sisanya 200 meter rencananya setelah proyek ini. Lokasinya di selatan sekitar jalan ke SMPN 2," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Pemkab Ponorogo, Jamus Kunto pihaknya tetap bersikeras memberi saran kepada pelaksana proyek untuk pasang papan nama.

"Papan nama proyek, selalu kami syaratkan dalam penyerahan pertama pekerjaan. Kalau tidak ada papan nama tidak kaminterima pekerjaannya. Itu salah satu syaratnya," tegasnya.

Saat disinggung berapa banyak titik proyek saat pandemi Covid-19 ini, Jamus mengaku sudah ada ratusan titik proyek yang sedang berjalan perkerjaannya.

"Sudah banyak. Ada sekitar 150 titik yang sudah dan sedang dikerjakan. Belum semua bisa langsung dikerjakan tapi kami bagi dalam beberapa tahapan," pungkasnya. Mal/Waw